News

PELAJAR ANTUSIAS MENGIKUTI SOSIALISASI INTERNET SEHAT

Pelajar dari kalangan sekolah menengah umum begitu antusiasnya mengikuti sosialisasi internet sehat yang di selenggarakan oleh dinas komunikasi dan informatika, dengan didukung oleh narasumber dari Polres Rembang Kanit Tipiter Iptu Al Sutikna,SH.MH dan Aktifis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat Achmad rif’an.

Read More

Upaya Pembentukan PPID Desa dan Kecamatan

Kabupaten Rembang sudah memiliki layanan dibidang informasi yg dikelola oleh Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang selaku PPID Utama Kabupaten/kota. Sesuai  Pasal 7 UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dimana Badan Publik wajib menyediakan, memberikan dan/atau menerbitkan Informasi Publik yang berada di bawah kewenangannya kepada Pemohon Informasi Publik (lebih…)

Lelang Di Pemerintah Kabupaten Rembang

SPSE merupakan aplikasi e-Procurement yang dikembangkan oleh LKPP untuk digunakan oleh LPSE di instansi pemerintah seluruh Indonesia (termasuk Kementerian Keuangan). Aplikasi ini dikembangkan dengan semangat efisiensi nasional karena tidak memerlukan biaya lisensi. SPSE dikembangkan oleh LKPP bekerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk fungsi enkripsi dokumen; dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk subsistem audit. Sedangkan Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan sistem pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara elektronik dengan memanfaatkan dukungan teknologi informasi. Sistem LPSE ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, mutu, dan transparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

Sejak awal SPSE Kabupaten Rembang pada pelaksanaannya telah berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan, oleh karena itu setiap terjadi penyempurnaan SPSE,maka LPSE Kabupaten Rembang senantiasa melaksanakan penyesuaian dengan cara meng- Up Grade system/aplikasi yang dikembangkan oleh LKKP, LPSE Kabupaten Rembang juga telah mengembangkan mail secara mandiri. Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang sebagai OPD yang mempuntai tugas pokok dan fungsi sebagai mana diatur dalam PERBUP NO.58 tahun 2016 dan juga melaksankan fungsi Unit Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang  mempunyai tugas mengelola system E-Procurement dilingkungan pemerintah kabupaten rembang.

Pendaftaran/registrasi perusahaan ke LPSE kabupaten rembang

Di kabupaten Rembang proses pengadaan barang dan jasa melalui unit LPSE dari Bulan Januari sampai dengan Bulan Desember 2018 telah dilakukan proses pelelangan sebanyak 104 paket ikatan dengan jumlah pagu senilai Rp.213.949.765.000,-. Dengan 104 paket ikatan meliputi Pagu Rp.5.744.232.000,HPS Rp. 5.518.451.000, dan kontrak Rp. 5.412.897.000. Bagi semua pengguna LPSE agar dapat mengoperasionalkan acocount-nya di LPSE kabupaten rembang, terlebih dahulu harus melaksanakan registrasi ulang guna mendapatkan sertifikat digital yang diterbitkan melalui Dinas KOMINFO Kabupaten Rembang. Selain itu LPSE Kabupaten Rembang harus memeriksa kelengkapan dokumen yang diajukan penyedia(rekanan) ketika melakukan registrasi pada LPSE kabupaten rembang,memeriksan keaslian dokumen yang diserahkan oleh penyedia ketika melakukan registrasi pada LPSE Kabupaten Rembang, melakukan verifikasi pada SPSE,Updating NPWP penyedia jasa.

Menjelang pelaksanaan kegiatan pelelangan tahun 2019 telah nampak antusias para rekanan dengan melaksanakan registrasi ulang dan pendaftaran baru, karena untuk dapat mengikuti pelelangan melalui LPSE salah satunya syarat yang harus dipenuhi adalah dengan memiliki sertifikat digital.(tita)

Rembang Akan Luncurkan Layanan Aduan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Rembang akan meluncurkan kanal saluran informasi maupun pengaduan dari masyarakat, kali ini melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Rembang dengan kanal aduan melalui Short Message Service atau SMS yang bernama Wadul Bupati dan situs www.lapor.go.id. Sebelumnya saluran interaksi informasi masyarakat dengan Pemkab telah dilakukan melalui media sosial disusul dialog interaktif “Hallo Bupati” di salah satu radio Swasta dan kini.

Read More

Diskominfo Rembang Kunker ke Diskominfo Kudus

Rombongan Dinas Kominfo Rembang melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kominfo Kudus hari ini (4/9). Drs. Andi Dimyanto, Sekretaris Dinas Kominfo Rembang yang memimpin rombongan diterima langsung oleh Kasi Teknologi informasi dan Persandian Diskominfo Kudus, Eko Wibowo Saputro, S. Kom., M. Eng. di Ruang Command Center Diskominfo Kudus.

Suranto Dwi S., S.Pd, Kabid Pengelola e-Government yang memberikan sambutan menyampaikan keinginannya untuk survei ruang Command Center. Diskominfo Rembang bermaksud akan membangun ruang Command Center. “Kami ingin mengetahui penggunaan dari Command Center ini seperti apa dan peranan OPD lainnya seperti apa,” ujarnya.

“Saya ucapkan selamat datang kepada rombongan dari Rembang,” ujar Eko dalam sambutan selamat datangnya. Lalu dirinya mengenalkan mengenai Kominfo secara umum dan kondisi infrastruktur OPD dan desa se-Kabupaten Kudus. Ia juga menyatakan bahwa Kominfo mengampu seluruh jaringam yang ada di Kabupaten Kudus. “Tapi sebagian besar menggunakan masih wireless, memang sih itu banyak kekurangan,” ujarnya. Namun, dirinya juga menyatakan terbantu karena ada pegawai outsorcing. Untuk kedepannya, Eko juga menyatakan nantinya akan menggunakan fiber optik.

Sementara untuk ruang Command Center sendiri dibangun pada 2017. “Tahun 2016 kami didorong untuk menyusun roadmap, dan masterplan,” ujarnya. Eko membahas bahwa Command Center biasa untuk ruang pertemuan dan ruang komando mengenai aplikasi yang sudah dibuat pemkab. Dirinya juga membahas mengenai aplikasi Menara (Menjaga Amanah Rakyat) yang merupakan aplikasi pengaduan masyarakat yang langssung dihubungkan dengan e-performance. Sementara itu, untuk memantau artikel dan info seputar Kudus, Kominfo berintegrasi dengan IMM untuk memantau berita Kudus baik cetak maupun online.

FK Metra Rembang Sabet Juara ke-4 Festival Pertunjukan Rakyat Jawa Tengah

Pada gelaran festival pertunjukan rakyat tingkat Jawa Tengah, Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Rembang hanya bisa berpuas menempati urutan juara keempat. Beda dengan tahun lalu yang mampu masuk tiga besar Kabupaten terbaik se Jawa Tengah.

Sementara juara 1 tahun ini diraih FK Metra Kota Semarang, juara 2 Kabupaten Boyolali dan juara 3 Kabupaten Banyumas.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinkominfo Rembang, Nur Purnomo mengakui, tahun ini penyelenggaraan festival pertunjukan rakyat tersebut sangat ketat. Meskipun persiapan yang telah matang, namun masih harus diakui kalah dengan daerah lainnya.

“Persiapan kita memang sudah maksimal dan memang persaingan sangat ketat karna dari lima finalis Kabupaten yang lain mempersiapkan diri dengan baik, buktinya pada waktu penyisihan bulan April kita tetap bisa masuk final, sedangkan ada beberapa finalis 2017 yang tidak bisa masuk final,” ujarnya.

Ia pun sempat membandingkan capaian Kabupaten Rembang dengan daerah lainnya. pada tahun lalu, Kabupaten Karanganyar yang menjadi juara 1 tahun 2017, justru pada tahun 2018 ini hanya menduduki urutan juara keenam.

“Hasil perolehan ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk kedepannya. Agar pada festival yang akan datang FK Mitra dapat memperoleh hasil yang lebih baik dari sekarang,” kata Purnomo.

Dalam grand final yang digelar di PRPP Semarang pada Minggu (26/8) kemarin, FK Metra Rembang menampilkan cerita Kidung Penitisari dengan tema pemilu damai. Dalam cerita rakyat Desa Tawangsari tersebut mengisahkan pemilihan Demang yang awalnya ricuh bisa berjalan dengan damai dan lancar. (DM38)

Sigid Ariyanto Pimpin FK METRA Rembang

Dinas Komunikasi Informasi (Dinkominfo) Kabupaten Rembang membentuk Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Rembang. Pelaksana tugas Kepala Dinkominfo Kabupaten Rembang Drs Andi Dimyanto saat membuka rapat pembentukan FK Metra di Kantor Dinkominfo, selasa (4/4) mengatakan FK Metra adalah Kelompok Forum Komunikasi Media Tradisional Kelompok Pertunjukan Rakyat atau kelompok sejenis lainnya yang melakukan kegiatan diseminasi informasi dan penyerapan aspirasi masyarakat.

Andi mengatakan saat ini ada 16 Kabupaten/kota provinsi yang belum mendirikan FK Metra dan agenda terdekat kegiatan FK Metra adalah lomba pagelaran seni FK Metra tingkat provinsi di bulan mei. Namun demikian kemungkinan FK Metra Kabupaten Rembang untuk mengikuti kegiatan tersebut tergantung kesiapan FK Metra sendiri.

Andi berharap dengan terbentuknya FK Metra dapat digunakan oleh OPD-OPD yang ada di Kabupaten Rembang. Saat ini menurut Andi banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki agenda sosialisasi entah itu sosialisasi peraturan atau kegiatan. Dengan berdirinya FK Metra diharapkan dapat menjadi salah satu upaya OPD untuk memberikan bentuk sosialisasi yang berbeda. Jika selama ini hanya rapat duduk dan mendengarkan, peserta sosialisasi disuguhi hal-hal yang berbeda bisa dalam bentuk pagelaran wayang atau kethoprak.

Dalam rapat pembentukan FK Metra, Ki Sigid Ariyanto salah seorang Dalang Kondang di Kabupaten Rembang terpilih menjadi ketua FK Metra didamping Sunardi (meler) dan Sukat Krisnawan sebagai wakil ketua.

Sigid mengatakan saat ini disanggar seni miliknya setiap bulan ada pertunjukan wayang kulit kegiatan tersebut dapat dimasukkan dalam kegiatan FK Metra.