Berita

KOMINFO IKUT SEMARAKAN KIRAP BUDAYA

Rembang bergembira di Hari Jadi Kota Rembang yang disemarakan dengan berbagai rangkaian acara yang meliputi hiburan-hiburan seperti halnya pada sabtu-minggu ,27-28 Juli 2019 dengan Panggung Gembira Indosiar yang menampilkan banyak artis-artis dari indosiar,adapun hiburan yang menuangkan ide kreatif UMKM dan inovasi tehnologi yang di cetuskan dalam Pameran Rembang Expo pada sabtu,27/8/19,selanjutnya ada pula rangkaian Kirap Budaya pada minggu,4/8/19yang bermaksud untuk melestarikan budaya yang ada Dikota Rembang yang sekarang ini hampir punah dan kalah dengan budaya asing.

Dinkominfo ikut menyemarakan kirap budaya dengan ikut menampilkan becak hias yang di tumpangi oleh kepala dinas beserta ibu. Disamping itu antusias karyawan yang ikut serta dalam kirap budaya memberikan arti khusus bahwa ikut berprtisipasi dalam melestarikan budaya di kota tercinta. Karyawan dinkominfo yang bersemangat  berjalan kaki dengan rute dari “start mulai dari pendopo museum RA kartini – Alun-alun kota Rembang  – perempatan Zaeni – pasar rembang – dan finish stadion krida rembang “. Dengan kerjasama dinas perhubungan dan dari pihak kepolisian agar acara kirap budaya dapat berjalan dengan lancar.

Diawali dari Bapak Bupati beserta Muspida menunggangi Kuda,diikuti dengan Rombongan Ibu Bupati dan Ibu-Ibu Muspida mengendarai Andong,setelah itu diikuti oleh Pejabat-Pejabat dengan mengendarai Becak Hias berserta Istri,selanjutnya Karyawan dan keikutsertaan Sekolah-Sekolah yang menampilkan berbagai kesenian dan budaya yang unik yang penuh kreatifitas. Dengan adanya rangkaian acara terkait dihimbau agar masyarakat mau melestarikan budaya yang hamper punah dan ikut serta menyemarakkan Hari Jadi Kota Rembang dengan bersemangat dan bersatu menjadikan Rembang Bangkit yang maju dan berwawasan. @tita,Agust19

PENGUNJUNG MEMBLUDAK DARI TAHUN LALU

Dalam acara Penutupan Pameran Stand Rembang Expo yang dilaksanakan sabtu_3/8/19, pengunjung membludak melebihin tahun yang lalu. Kominfo ikut andil dalam menyemarakan stand yang bekerja sama dengan Humas Setda, yang mana dalam stand tersebut menyajikan banyak agenda kepala daerah. Dari hari ke hari selama pameran stand selain Humas menampilkan agenda Bapak Bupati Rembang berubah-ubah sesuai dengan agenda yang sudah dilaksanakan. Sedangkan Kominfo manyajikan yang berbeda selain kuis ada juga VR ( virtual reality) yang mendapat respon positif oleh para pengunjung dari berbagi usia. Sebuah inovasi baru dengan tehnologi terbaru yaitu menampilkan VR (Virtual Reality) atau Reality Maya dan kuis berhadiah yang bertemakan wisata dan sejarah kota Rembang.

Pengunjung membludak melebihi dari tahun lalu membanjiri stand dikarenakan adanya game yang mana pengunjung bisa merasa berada didalam permainan tersebut seperti nyata. Dari awal pembukaan stand Dinkominfo hingga penutupan ramai didatangi oleh pengunjung dari yang penasaran sampai yang ingin menggunakan aplikasi tersebut. Semua sangat Antusias dari pengunjung dari pengunjung umum sampai anak-anak sekolah banyak yang ingin mencoba VR dan merasakan sensasi dalam permainan dunia maya tersebut. Sampai orang dewasa pun berbondong-bondong ingin mencoba aplikasi VR ini. Kebanyakan dari mereka ingin merasakan berada dilingkungan dunia maya yang seperti nyata. dan untuk kuis berhadiah juga dibanjiri oleh siswa pelajar, dimana pelajar tersebut ada juga yang belajar dahulu sebelum menggunakan  aplikasi kuis karena terobsesi mendapatkan hadiah dorprice yang menarik dari stand.

Diperkirakan stand yang dibuka dari awal pembukaan dan sampai penutupan tidak habis-habisnya memenuhi pengunjung yang memadati stand. Dan dinyatakan stand Setda dan Dikominfo sukses memberikan hiburan serta informasi dengan aplikasi yang memadukan tehnologi dan dunia maya.@tita,Agust19

STAND SETDA DAN DINKOMINFO DIBANJIRI OLEH PENGUNJUNG

Pameran Rembang Expo di buka secara resmi sabtu/27 Juli 2019 oleh Bupati H. Abdul Hafidz didampingi wakil bupati beserta Forkopimda dan para undangan, peresmian pameran dimeriahkan dengan kembang api dan pemotongan pita oleh Ketua TP PKK Kabupaten Rembang Ny. Hj. Hasiroh Hafidz tanda dibukanya Rembang Expo 2019. Pameran diikuti oleh pelaku usaha di kabupaten Rembang dan OPD serta beberapa kabupaten tetangga. Tahun ini Stan Sekretariat Daerah dan Dinas Kominfo Kabupaten Rembang tampil dengan inovasi baru dengan memberikan suatu suguhan berupa Virtual Reality (VR) yang memungkinkan pengunjung dapat menikmati interaksi dengan lingkungan dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer. selain itu stan juga menampilkan hasil kinerja Bupati dan Wakil Bupati ,sehingga diharapkan masyarakat mengetahui kinerja yang sudah dicapai oleh Kabupaten Rembang. Pengunjung juga dapat mencoba pengetahuan tentang Kabupaten Rembang dengan mengikuti kuis dengan hadiah menarik.

Stan Setda dan Dinkominfo di kunjungi oleh Bapak Bupati beserta Ibu,Bapak Wakil Bupati beserta Ibu,Bapak Sekda beserta Ibu serta Muspida dan Para Undangan yang antusias ingin mencoba Tehnologi yang terbaru VR (Virtual Reality). Diawali bapak bupati mencoba VR dengan VR Roller Croaster Game dimana Bapak Bupati merasakan sedang mengendarai Roller Croaster. Dan tanggapan Bapak Bupati tentang VR ini merupakan Game aplikasi dunia maya yang menarik dan menghibur.

Dari awal pembukaan stand Dinkominfo ramai didatangi oleh pengunjung dari yang penasaran sampai yang ingin menggunakan aplikasi tersebut. Antusias dari pengunjung mulai pengunjung umum sampai anak-anak sekolah banyak yang ingin mencoba VR dan merasakan sensasi dalam permainan dunia maya tersebut. Sampai orang dewasa pun berbondong-bondong ingin mencoba aplikasi VR ini. Kebanyakan dari mereka ingin merasakan berada dilingkungan dunia maya yang seperti nyata. dan untuk kuis berhadiah juga dibanjiri oleh siswa pelajar, dimana pelajar tersebut ada juga yang belajar dahulu sebelum menggunakan  aplikasi kuis. @tita jul19

KOMINFO JEMBATANI FORUM KOMUNIKASI RADIO YANG SEMPAT VAKUM

Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang didesak menjembatani terbentuknya Forum Komunikasi Radio yang sempat vakum.

 Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang, Selasa (02 Juli 2019).  Dalam acara diskusi antar pelaku usaha dan pemerhati radio di Kantor Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Rembang, Ir.Wartono  Selaku kepala Dinas KOMINFO menyampaikan meski mulai ditinggalkan, namun radio tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Ia menggelar diskusi semacam ini, salah satunya supaya antar pelaku usaha dan pemerhati radio bisa saling bertukar pikiran. Instansinya kedepan ingin mengambil peran lebih dalam hal pembinaan media radio, karena  radio adalah media komunikasi massa dengar,yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara secara umum dan terbuka, berupa program yang teratur dan berkesinambungan. bahwa lembaga penyiaran merupakan media komunikasi massa yang mempunyai peran penting dalam kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi, memiliki kebebasan dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol dan perekat sosial.

Selama ini umumnya radio kan ngadek dewe, urip-urip dewe. Makanya kita buka forum ini, yang sempat vakum.Wartono menambahkan beberapa masukan dari pelaku media dan pemerhati radio ditampung. Kalau memang perlu diakomodir melalui anggaran, pihaknya akan mencoba mengajukan pada APBD Perubahan tahun 2020 mendatang.

salah satu pelaku radio “Onny” Abi Wahono, Direktur Radio R2B Rembang menyampaikan dengan adanya forum semacam ini , akan memberikan sejumlah manfaat. Ia mencontohkan pada waktu moment-moment penting, radio di Kabupaten Rembang dapat menggelar siaran serentak. Selain itu juga bisa saling bekerja sama, dalam bidang periklanan.

Onny berharap Dinas Komunikasi Dan Informatika yang merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) baru, mendesak agar menjembatani terbentuknya Forum Komunikasi Radio yang sempat vakum.sehingga nantinya mampu menjembatani komunikasi antar radio, untuk ikut menopang pergerakan kemajuan daerah, dari sisi hiburan dan informasi. “Misalnya ada iklan layanan masyarakat (ILM) dari pemerintah, kita bisa muter bareng. Begitu juga soal iklan, kita mungkin bisa ada kesepakatan tarif batas bawah berapa. Buat apa banting harga, kalau kemudian nggak nutup operasional. Nah, kalau Diskominfo ikut menjembatani, kan kita bisa saling komunikasi, “ tutur Onny.

Seorang pemerhati radio yang hadir dari Kecamatan Bulu, Tarwilah mengaku termasuk cerewet dalam memantau radio dan ketika mendengar iklan dengan materi kurang pantas. Ia bahkan menegur langsung pengelola radio, supaya isi iklan diganti, agar tidak menimbulkan keresahan pada pendengar radio.

“Pesan saya cuma itu, kan saya sebagai pendengar atau pemantau. Apalagi saya mewakili Tim Penggerak PKK, kalau ngomong ya seperti ini. Pokoknya, saya berharap radio jangan ada iklan yang seronok, mohon maaf lho ini, “ kata Tarwilah sambil terkekeh. Satu suara berjuta telinga !!!!!!! (tita)

PELAJAR ANTUSIAS MENGIKUTI SOSIALISASI INTERNET SEHAT

Pelajar dari kalangan sekolah menengah umum begitu antusiasnya mengikuti sosialisasi internet sehat yang di selenggarakan oleh dinas komunikasi dan informatika, dengan didukung oleh narasumber dari Polres Rembang Kanit Tipiter Iptu Al Sutikna,SH.MH dan Aktifis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat Achmad rif’an.

Read More

Rembang Akan Luncurkan Layanan Aduan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Rembang akan meluncurkan kanal saluran informasi maupun pengaduan dari masyarakat, kali ini melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Rembang dengan kanal aduan melalui Short Message Service atau SMS yang bernama Wadul Bupati dan situs www.lapor.go.id. Sebelumnya saluran interaksi informasi masyarakat dengan Pemkab telah dilakukan melalui media sosial disusul dialog interaktif “Hallo Bupati” di salah satu radio Swasta dan kini.

Read More

Diskominfo Rembang Kunker ke Diskominfo Kudus

Rombongan Dinas Kominfo Rembang melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kominfo Kudus hari ini (4/9). Drs. Andi Dimyanto, Sekretaris Dinas Kominfo Rembang yang memimpin rombongan diterima langsung oleh Kasi Teknologi informasi dan Persandian Diskominfo Kudus, Eko Wibowo Saputro, S. Kom., M. Eng. di Ruang Command Center Diskominfo Kudus.

Suranto Dwi S., S.Pd, Kabid Pengelola e-Government yang memberikan sambutan menyampaikan keinginannya untuk survei ruang Command Center. Diskominfo Rembang bermaksud akan membangun ruang Command Center. “Kami ingin mengetahui penggunaan dari Command Center ini seperti apa dan peranan OPD lainnya seperti apa,” ujarnya.

“Saya ucapkan selamat datang kepada rombongan dari Rembang,” ujar Eko dalam sambutan selamat datangnya. Lalu dirinya mengenalkan mengenai Kominfo secara umum dan kondisi infrastruktur OPD dan desa se-Kabupaten Kudus. Ia juga menyatakan bahwa Kominfo mengampu seluruh jaringam yang ada di Kabupaten Kudus. “Tapi sebagian besar menggunakan masih wireless, memang sih itu banyak kekurangan,” ujarnya. Namun, dirinya juga menyatakan terbantu karena ada pegawai outsorcing. Untuk kedepannya, Eko juga menyatakan nantinya akan menggunakan fiber optik.

Sementara untuk ruang Command Center sendiri dibangun pada 2017. “Tahun 2016 kami didorong untuk menyusun roadmap, dan masterplan,” ujarnya. Eko membahas bahwa Command Center biasa untuk ruang pertemuan dan ruang komando mengenai aplikasi yang sudah dibuat pemkab. Dirinya juga membahas mengenai aplikasi Menara (Menjaga Amanah Rakyat) yang merupakan aplikasi pengaduan masyarakat yang langssung dihubungkan dengan e-performance. Sementara itu, untuk memantau artikel dan info seputar Kudus, Kominfo berintegrasi dengan IMM untuk memantau berita Kudus baik cetak maupun online.

FK Metra Rembang Sabet Juara ke-4 Festival Pertunjukan Rakyat Jawa Tengah

Pada gelaran festival pertunjukan rakyat tingkat Jawa Tengah, Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Rembang hanya bisa berpuas menempati urutan juara keempat. Beda dengan tahun lalu yang mampu masuk tiga besar Kabupaten terbaik se Jawa Tengah.

Sementara juara 1 tahun ini diraih FK Metra Kota Semarang, juara 2 Kabupaten Boyolali dan juara 3 Kabupaten Banyumas.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinkominfo Rembang, Nur Purnomo mengakui, tahun ini penyelenggaraan festival pertunjukan rakyat tersebut sangat ketat. Meskipun persiapan yang telah matang, namun masih harus diakui kalah dengan daerah lainnya.

“Persiapan kita memang sudah maksimal dan memang persaingan sangat ketat karna dari lima finalis Kabupaten yang lain mempersiapkan diri dengan baik, buktinya pada waktu penyisihan bulan April kita tetap bisa masuk final, sedangkan ada beberapa finalis 2017 yang tidak bisa masuk final,” ujarnya.

Ia pun sempat membandingkan capaian Kabupaten Rembang dengan daerah lainnya. pada tahun lalu, Kabupaten Karanganyar yang menjadi juara 1 tahun 2017, justru pada tahun 2018 ini hanya menduduki urutan juara keenam.

“Hasil perolehan ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk kedepannya. Agar pada festival yang akan datang FK Mitra dapat memperoleh hasil yang lebih baik dari sekarang,” kata Purnomo.

Dalam grand final yang digelar di PRPP Semarang pada Minggu (26/8) kemarin, FK Metra Rembang menampilkan cerita Kidung Penitisari dengan tema pemilu damai. Dalam cerita rakyat Desa Tawangsari tersebut mengisahkan pemilihan Demang yang awalnya ricuh bisa berjalan dengan damai dan lancar. (DM38)

Sigid Ariyanto Pimpin FK METRA Rembang

Dinas Komunikasi Informasi (Dinkominfo) Kabupaten Rembang membentuk Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Rembang. Pelaksana tugas Kepala Dinkominfo Kabupaten Rembang Drs Andi Dimyanto saat membuka rapat pembentukan FK Metra di Kantor Dinkominfo, selasa (4/4) mengatakan FK Metra adalah Kelompok Forum Komunikasi Media Tradisional Kelompok Pertunjukan Rakyat atau kelompok sejenis lainnya yang melakukan kegiatan diseminasi informasi dan penyerapan aspirasi masyarakat.

Andi mengatakan saat ini ada 16 Kabupaten/kota provinsi yang belum mendirikan FK Metra dan agenda terdekat kegiatan FK Metra adalah lomba pagelaran seni FK Metra tingkat provinsi di bulan mei. Namun demikian kemungkinan FK Metra Kabupaten Rembang untuk mengikuti kegiatan tersebut tergantung kesiapan FK Metra sendiri.

Andi berharap dengan terbentuknya FK Metra dapat digunakan oleh OPD-OPD yang ada di Kabupaten Rembang. Saat ini menurut Andi banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki agenda sosialisasi entah itu sosialisasi peraturan atau kegiatan. Dengan berdirinya FK Metra diharapkan dapat menjadi salah satu upaya OPD untuk memberikan bentuk sosialisasi yang berbeda. Jika selama ini hanya rapat duduk dan mendengarkan, peserta sosialisasi disuguhi hal-hal yang berbeda bisa dalam bentuk pagelaran wayang atau kethoprak.

Dalam rapat pembentukan FK Metra, Ki Sigid Ariyanto salah seorang Dalang Kondang di Kabupaten Rembang terpilih menjadi ketua FK Metra didamping Sunardi (meler) dan Sukat Krisnawan sebagai wakil ketua.

Sigid mengatakan saat ini disanggar seni miliknya setiap bulan ada pertunjukan wayang kulit kegiatan tersebut dapat dimasukkan dalam kegiatan FK Metra.