Berita

PELAJAR ANTUSIAS MENGIKUTI SOSIALISASI INTERNET SEHAT

Pelajar dari kalangan sekolah menengah umum begitu antusiasnya mengikuti sosialisasi internet sehat yang di selenggarakan oleh dinas komunikasi dan informatika, dengan didukung oleh narasumber dari Polres Rembang Kanit Tipiter Iptu Al Sutikna,SH.MH dan Aktifis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat Achmad rif’an.

Read More

Rembang Akan Luncurkan Layanan Aduan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Rembang akan meluncurkan kanal saluran informasi maupun pengaduan dari masyarakat, kali ini melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Rembang dengan kanal aduan melalui Short Message Service atau SMS yang bernama Wadul Bupati dan situs www.lapor.go.id. Sebelumnya saluran interaksi informasi masyarakat dengan Pemkab telah dilakukan melalui media sosial disusul dialog interaktif “Hallo Bupati” di salah satu radio Swasta dan kini.

Read More

Diskominfo Rembang Kunker ke Diskominfo Kudus

Rombongan Dinas Kominfo Rembang melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kominfo Kudus hari ini (4/9). Drs. Andi Dimyanto, Sekretaris Dinas Kominfo Rembang yang memimpin rombongan diterima langsung oleh Kasi Teknologi informasi dan Persandian Diskominfo Kudus, Eko Wibowo Saputro, S. Kom., M. Eng. di Ruang Command Center Diskominfo Kudus.

Suranto Dwi S., S.Pd, Kabid Pengelola e-Government yang memberikan sambutan menyampaikan keinginannya untuk survei ruang Command Center. Diskominfo Rembang bermaksud akan membangun ruang Command Center. “Kami ingin mengetahui penggunaan dari Command Center ini seperti apa dan peranan OPD lainnya seperti apa,” ujarnya.

“Saya ucapkan selamat datang kepada rombongan dari Rembang,” ujar Eko dalam sambutan selamat datangnya. Lalu dirinya mengenalkan mengenai Kominfo secara umum dan kondisi infrastruktur OPD dan desa se-Kabupaten Kudus. Ia juga menyatakan bahwa Kominfo mengampu seluruh jaringam yang ada di Kabupaten Kudus. “Tapi sebagian besar menggunakan masih wireless, memang sih itu banyak kekurangan,” ujarnya. Namun, dirinya juga menyatakan terbantu karena ada pegawai outsorcing. Untuk kedepannya, Eko juga menyatakan nantinya akan menggunakan fiber optik.

Sementara untuk ruang Command Center sendiri dibangun pada 2017. “Tahun 2016 kami didorong untuk menyusun roadmap, dan masterplan,” ujarnya. Eko membahas bahwa Command Center biasa untuk ruang pertemuan dan ruang komando mengenai aplikasi yang sudah dibuat pemkab. Dirinya juga membahas mengenai aplikasi Menara (Menjaga Amanah Rakyat) yang merupakan aplikasi pengaduan masyarakat yang langssung dihubungkan dengan e-performance. Sementara itu, untuk memantau artikel dan info seputar Kudus, Kominfo berintegrasi dengan IMM untuk memantau berita Kudus baik cetak maupun online.

FK Metra Rembang Sabet Juara ke-4 Festival Pertunjukan Rakyat Jawa Tengah

Pada gelaran festival pertunjukan rakyat tingkat Jawa Tengah, Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Rembang hanya bisa berpuas menempati urutan juara keempat. Beda dengan tahun lalu yang mampu masuk tiga besar Kabupaten terbaik se Jawa Tengah.

Sementara juara 1 tahun ini diraih FK Metra Kota Semarang, juara 2 Kabupaten Boyolali dan juara 3 Kabupaten Banyumas.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinkominfo Rembang, Nur Purnomo mengakui, tahun ini penyelenggaraan festival pertunjukan rakyat tersebut sangat ketat. Meskipun persiapan yang telah matang, namun masih harus diakui kalah dengan daerah lainnya.

“Persiapan kita memang sudah maksimal dan memang persaingan sangat ketat karna dari lima finalis Kabupaten yang lain mempersiapkan diri dengan baik, buktinya pada waktu penyisihan bulan April kita tetap bisa masuk final, sedangkan ada beberapa finalis 2017 yang tidak bisa masuk final,” ujarnya.

Ia pun sempat membandingkan capaian Kabupaten Rembang dengan daerah lainnya. pada tahun lalu, Kabupaten Karanganyar yang menjadi juara 1 tahun 2017, justru pada tahun 2018 ini hanya menduduki urutan juara keenam.

“Hasil perolehan ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk kedepannya. Agar pada festival yang akan datang FK Mitra dapat memperoleh hasil yang lebih baik dari sekarang,” kata Purnomo.

Dalam grand final yang digelar di PRPP Semarang pada Minggu (26/8) kemarin, FK Metra Rembang menampilkan cerita Kidung Penitisari dengan tema pemilu damai. Dalam cerita rakyat Desa Tawangsari tersebut mengisahkan pemilihan Demang yang awalnya ricuh bisa berjalan dengan damai dan lancar. (DM38)

Sigid Ariyanto Pimpin FK METRA Rembang

Dinas Komunikasi Informasi (Dinkominfo) Kabupaten Rembang membentuk Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Rembang. Pelaksana tugas Kepala Dinkominfo Kabupaten Rembang Drs Andi Dimyanto saat membuka rapat pembentukan FK Metra di Kantor Dinkominfo, selasa (4/4) mengatakan FK Metra adalah Kelompok Forum Komunikasi Media Tradisional Kelompok Pertunjukan Rakyat atau kelompok sejenis lainnya yang melakukan kegiatan diseminasi informasi dan penyerapan aspirasi masyarakat.

Andi mengatakan saat ini ada 16 Kabupaten/kota provinsi yang belum mendirikan FK Metra dan agenda terdekat kegiatan FK Metra adalah lomba pagelaran seni FK Metra tingkat provinsi di bulan mei. Namun demikian kemungkinan FK Metra Kabupaten Rembang untuk mengikuti kegiatan tersebut tergantung kesiapan FK Metra sendiri.

Andi berharap dengan terbentuknya FK Metra dapat digunakan oleh OPD-OPD yang ada di Kabupaten Rembang. Saat ini menurut Andi banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki agenda sosialisasi entah itu sosialisasi peraturan atau kegiatan. Dengan berdirinya FK Metra diharapkan dapat menjadi salah satu upaya OPD untuk memberikan bentuk sosialisasi yang berbeda. Jika selama ini hanya rapat duduk dan mendengarkan, peserta sosialisasi disuguhi hal-hal yang berbeda bisa dalam bentuk pagelaran wayang atau kethoprak.

Dalam rapat pembentukan FK Metra, Ki Sigid Ariyanto salah seorang Dalang Kondang di Kabupaten Rembang terpilih menjadi ketua FK Metra didamping Sunardi (meler) dan Sukat Krisnawan sebagai wakil ketua.

Sigid mengatakan saat ini disanggar seni miliknya setiap bulan ada pertunjukan wayang kulit kegiatan tersebut dapat dimasukkan dalam kegiatan FK Metra.

Radio di Rembang Komitmen Jaga Kondusivitas Pilkada

Jelang Pemilihan Gubernur dan Bupati/Walikota yang akan diselenggarakan serentak pada 27 Juni 2018 mendatang, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi (KPID) Jawa Tengah mengimbau lembaga penyiaran agar selalu menjaga kondusivitas dan keamanan Pilkada.

Wakil Ketua KPID Jateng Asep Cuwantoro, menegaskan bahwa radio dan televisi lokal harus mampu menjadi rujukan informasi yang akurat bagi masyarakat. Hal ini diungkapkannya dalam kegiatan Pembekalan Kelompok Pemantau di Kabupaten Rembang, Senin (19/2/2018).

“Lembaga penyiaran lokal harus memberikan balancing dalam pemberitaan Pilkada agar publik tidak resah. Kami mempunyai optimisme tinggi bahwa Pilkada tahun ini akan berjalan dengan aman dan lancar”, ungkapnya.

Imbauan tersebut mendapat tanggapan positif dari seluruh peserta yang terdiri dari jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blora, serta lembaga penyiaran di Rembang.

Seluruh peserta menyatakan komitmennya untuk mengawal Pilkada 2018 dari sisi penyiaran. Abi Wahono, perwakilan Radio R2B mengatakan, Rembang sejauh ini sudah memiliki wadah perkumpulan untuk menjaga komunikasi dan silaturahmi antar lembaga penyiaran dengan Dinas Kominfo. Namun sempat tidak aktif.

Menurut lelaki yang akrab disapa Ony itu, pembekalan kali ini dinilai sangat tepat untuk mengaktifkan kembali komunitas tersebut.

Asep menambahkan, forum tersebut sangat diperlukan sebagai langkah antisipatif dalam menjaga keutuhan NKRI melalui udara.

KPI bersama KPID berupaya maksimal mengawal Pilkada tahun ini, antara lain dengan melakukan koordinasi bersama stakeholder seperti KPU dan Bawaslu.

“KPI juga telah mengeluarkan surat edaran tentang Penyiaran Masa Pilkada 2018 yang mengatur secara rinci batasan dan larangan selama masa kampanye, masa tenang, dan hari pemilihan,” katanya.

Dia menyebutkan, dalam surat edaran itu termaktub aturan-aturan tentang siaran Pilkada bagi lembaga penyiaran, termasuk aturan menayangkan hasil hitung cepat atau quick count.

“Hasil quick count baru boleh disiarkan setelah tempat pemungutan suara ditutup pukul 13.00 WIB. Jadi jangan sampai ada radio atau TV yang menayangkan hasil pemungutan sebelum waktu yang ditentukan, agar tidak mempengaruhi psikologis masyarakat”, pungkasnya

Kominfo Rembang Ingatkan Masyarakat untuk Bijak Gunakan Internet

Dinas Komunikasi Informasi (Dinkominfo) Kabupaten Rembang mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan internet. Karena tidak dipungkiri, keberadaan internet menjadi jendela dunia bagi manusia. Ada banyak dampak positif yang dirasakan, namun demikian dampak negatif yang dibawanya juga harus diwaspadai.

Kepala Dinkominfo, Wartono melalui Kepala Bidang Pengelolaan e-Government , Suranto mengatakan, jika akses internet tidak dibarengi dengan pengawasan memang bisa sangat berbahaya. Degradasi moral salah satunya adalah dampak negatif dari penggunaan internet yang tidak sehat.

“Konten- konten negatif seperti konten berbau radikalisme, berita hoaks, cyberbullying dan konten porno disebarkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab di berbagai media sosial,” katanya yang disampaiakan dalam rangka Hari Internet Aman Sedunia atau Safer Internet Day, hari ini, Selasa (6/2/2018).

Terkait pengawasan ini, Pemkab melalui Dinkominfo terus melakukan sosialisasi internet sehat di sekolah- sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengarahan kepada para siswa agar memahami, bagaimana memanfaatkan internet yang baik.

“Kita akan melakukan sosialisasi internet sehat kepada anak-anak sekolah. Tujuannya memberikan pemahaman bahwa internet ini bisa membawa manfaat bagi kita jika digunakan dengan baik,” tuturnya.

Dalam penggunaan internet, menurutnya, peran orang tua juga sangat penting dalam mencegah anak-anak mengakses konten-konten negatif. Orang tua harus bisa memberi contoh dan sebagai pengawas bagi anak-anaknya.

“Orang tua sebaiknya dapat memberikan contoh bagi anak-anaknya, jangan sampai menyuruh anaknya belajar, tapi justru orang tua malah sibuk pegang ponsel. Ada pembatasan kapan waktu harus belajar internet, belajar pelajaran sekolah ataupun mengaji misalnya,” tukasnya.

FK Metra Rembang Juara 3 Festival Pertunjukkan Rakyat Tingkat Provinsi

Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Rembang sukses meraih prestasi tingkat Jawa Tengah dalam Festival Pertunjukkan Rakyat tahun 2017. Rembang dinobat sebagai juara 3 saat grand final yang diselenggarakan di PRPP Anjasmara Semarang 20 Agustus kemarin.

FK Metra Rembang tampil dengan mengangkat dongeng rakyat dari Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori, yang dikemas dalam sebuah sandiwara kethoprak humor. Mereka juga menyampaikan visi misi Jateng gayeng mboten korupsi mboten ngapusi dalam bentuk jingle lagu yang dinyanyikan bersama.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi kabupaten Rembang, Selaku OPD Pembina, Andi Dimyati kepada CBFM mengaku sangat puas dan mengucapkan terimaksih atas capaian rekan- rekan FK Metra Rembang. Pasalnya FK Metra di Rembang sendiri baru terbentuk bulan Mei kemarin.

“Alhamdulillah puas mas, apalagi FK Metra di sini baru terbentuk,” ujarnya.

Dengan pretasi tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi FK Metra agar ke depan bisa menjadi mitra pemerintah untuk desiminasi informasi apapun.

“Prestasi ini memotivasi kita untuk FK Metra dalam lomba yang akan datang bisa lebih baik, minimal mempertahankan. Sedangkan untuk implementasi tugas dan fungsinya di daerah FK Metra bisa menjadi mitra pemerintah untuk desimasi informasi apapun terkait program- program pemerintah,” terangnya.

Dalam festival tersebut FK Metra Karanganyar keluar sebagai juara pertama. Selanjutnya FK Metra Purbalingga di urutan kedua.

Sebelumnya Rembang menjadi yang terbaik dalam pentas seleksi di Kudus tanggal 16 Mei lalu. Mereka bersaing dengan 11 peserta lainnya seperti FK Metra Semarang kota, Surakarta, Grobogan, Salatiga,  Sragen, Kabupaten Semarang, Jepara, Kudus, Blora, Pati dan Demak.

Juara di Kudus, FK Metra Rembang Lolos Ke Final

Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra ) Kabupaten Rembang lolos ke putaran final Festival Pertunjukkan Rakyat yang digagas FK Metra Jawa Tengah tahun 2017 dan Dinas Kominfo Jawa Tengah. Rembang menjadi juara 1 saat seleksi di Kudus disusul FK Metra Grobogan dan FK Metra Sragen.
Sebelumnya FK Metra Rembang tampil dalam tahap seleksi di taman Budaya Kudus 16 Mei lalu. Mereka bersaing dengan 11 FK Metra lain dari Semarang kota, Surakarta, Grobogan, Salatiga, Sragen, Kabupaten Semarang, Jepara, Kudus, Blora, Pati dan Demak.
FK Metra Rembang mementaskan kesenian Kethoprak Humor dengan lakon Roro Mendut dan Pronocitro yang merupakan cerita rakyat desa Kuangsan Kecamatan Kaliori. Dalam lakon tersebut menceritakan Roro Mendut anak dari Lurah Kuangsan lebih memilih Pronocitro yang memiliki sifat jujur daripada Tumenggung Wiraguna yang lebih kaya dan punya jabatan namun memiliki sifat suka berbohong dan korupsi.
Dalam pentas unsur- unsur pesan yang berkaitan dengan tema “Jateng Gayeng, Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi juga disisipkan sebagai isi sosialisasi kepada penonton. Para pemain di akhir pementasan juga menyanyikan lagu mboten ngapusi mboten korupsi.
Ketua FK Metra Rembang Sigit Ariyanto mengungkapkan keunggulan FK Metra Rembang dalam pementasan seleksi di Kudus beberapa diantaranya penyampaian visi misi jateng gayeng mboten korupsi mboten korupsi. Selain itu adanya jingle mboten korupsi mboten ngapusi yang khusus diciptakan olehnya.
Selanjutnya untuk persiapan ajang final yang rencananya akan dilaksanakan di Semarang bulan Juli-Agustus mendatang, Pihaknya melakukan perbaikan dan pematangan pemain dalam pentas. Karena ada beberapa hal yang dirasa kurang maksimal saat penampilan di Kudus.
Sementara Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Andi Dimyati melalui Nur Purnomo Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik sangat mengapresiasi kerja keras rekan-rekan FK Metra Rembang. Pasalnya FK Metra di Kabupaten Rembang baru dibentuk bulan ini, bahkan kepengurusannya belum sempat dikukuhkan.
Untuk final rencananya dilaksanakan tanggal 20 Agustus 2017 bersamaan dengan Jateng Fair di Semarang. Menghadapi pentas final dirinya lebih menyoroti sound atau audio karena saat seleksi dinilai kurang maksimal.
Di tempat berbeda pentas seleksi digelar, untuk yang pentas di Kabupaten Purworejo meloloskan FK Metra Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Magelang dan disusul Kota Magelang. Sedangkan yang mengikuti pentas seleksi di Brebes, FK Metra Kabupaten Purbalingga, Pekalongan dan Pemalang lolos ke final.